ITIL/SM untuk evaluasi layanan IT:
Dalam meningkatkan pelayanan IT, tidak selalu masalah teknis yang menjadi perhatian. (Misalnya menambah programmer, DBA, NA yang handal dan certified. Atau sampai mengganti orang di help desk / customer service center). Kita juga perlu memperhatikan masalah dari sisi manajemen. Sehingga evaluasi dalam permasalahan pelayanan IT selain dari sisi teknis, juga harus melihat dari sisi manajemen pelayanan IT.
Departemen IT dalam sebuah bisnis yang sudah mapan dan berumur seringkali dihadapi permasalahan rumit. Kadangkala permasalahan yang muncul hanyalah sebuah symptom dari sebuah penyakit yang sumber penyakit tersebut tidak atau belum dapat diketahui. Data statistik menunjukan bahwa permasalahan IT yang muncul kepermukaan hanya sekitar 15%, sementara yang 85% ada di bawah permukaan.
ITIL adalah best practice dari Service Management IT dan menjadi pilihan terpopuler saat ini sebagai framework analyst business seorang/sebuah client untuk defining roadmap bisnis dan infrastruktur IT yang konsisten dan komprehensif, agar bisnis perusahaan (business plan/strategy) sejalan dengan IT dan infrastruktur-nya. Sehingga kedepannya dapat mencapai kualitas dukungan layanan IT yang terkelola.
Belajar ITIL membosankan? bisa ya dan bisa juga tidak.5
Bagi anda yang pernah mengikuti ITIL Foundaiton Training dengan simulasi dan anda yang membaca buku ITIL tanpa mengikuti training dengan dilengkapi simulasi, akan sangat terasa bedanya. Hal ini dikarenakan mempelajari ITIL adalah berusaha memahami konsep dan framework melalui serangkaian penjelasan input, proses, output dan aktifitas yang terdapat dalam masing-masing proses. Bagi anda yang belum pernah terlibat dalam proses dan fungsi dalam ITIL yang diimplementasikan diorganisasi atau perusahaan tempat anda bekerja, maka kemungkinan besar mempelajari ITIL adalah hal yang membosankan.
Tetapi ternyata ada cara yang dapat mempermudah kita dalam memahami ITIL, yaitu melalui Simulasi. Dalam beberapa kesempatan saya membawakan ITIL Foundation Training versi 2 dan versi 3 dengan simulasi dan tanpa simulasi. Ternyata ITIL Foundation Training dengan simulasi lebih menarik dan lebih memberikan pemahaman yang lebih baik bagi para peserta training.
Simulasi
Dalam simulasi tersebut peserta dilibatkan dalam peran-peran (roles) yang terdapat dalam ITIL dan bertanggung jawab terhadap proses atau fungsi tertentu. Simulasi biasanya dilakukan dalam beberapa babak. Babak awal peserta training dibiarkan untuk menangani operasional, taktis serta strategis IT dengan cara mereka sendiri atau proses yang mereka praktikan dilapangan sehari-hari. Babak-babak selanjutnya mulai menggunakan metode, aktifitas, proses serta rekomendasi-rekomendasi lainnya dalam ITIL. Sehingga pada akhirnya seluruh peserta dapat merasakan manfaat dari penggunaan best practice dalam framework ITIL terhadap pengelolaan operasional, taktis dan strategis IT melalui media simulasi.
Simulasi ini sangat berguna terutama bagi peserta training yang bukan dari kalangan IT, misalnya Manajemen atau Customer serta pengguna layanan IT lainnya. Dengan mengikutsertakan mereka dalam simulasi, ternyata dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya IT yang akhirnya dapat meningkatkan pula apresiasi terhadap IT. Read More…



0 komentar:
Poskan Komentar